Kegiatan KUI

Hadir di UNMUHA Laboratorium Bank Mini Sarana Berinovasi dan Mengembangkan Ide Kreatif Mahasiswa

Banda Aceh, KUI dan Kerjasama – Laboratorium bank mini Program Studi (Prodi) Perbankan Syariah, Fakultas Agama Islam (FAI), Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) secara simbolis diresmikan oleh Rektor. Laboratorium bank mini ini dibentuk atas kerjasama Fakultas Agama Islam Unmuha , Prodi Perbankan Syariah  dengan Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) Baiturahman Banda Aceh. Rabu (22/05/2024). Kepala KUI dan Kerjasama Universitas Muhammadiyah Aceh (UNMUHA) Dr. Febyolla Presilawati, SE, MM, melaporkan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi kerjasama antara  Unmuha dan Bank Pengkreditan Rakyat Syariah ( BPRS ) Baiturrahman Banda aceh ,  MOU dan MOA  dilaksanakan di Unmuha pada tgl 27/2/2024. Peresmian ini ditandai dengan gunting pita oleh Rektor Unmuha yang diwakili oleh Wakil Rektor 2, H. M. Yamin,. SE., M.Si yang disaksikan oleh Dekan FAI Unmuha Dr. Rosnidarwati,. MA dan civitas akademika. Dalam sambutannya, Ketua Prodi Perbankan Syariah Puji Ariani mengatakan pendirian laboratorium bank mini ini sudah di cita-citakan sejak lama dengan berkolaborasi BPRS Baiturahman sebagai mitra. “Laboratorium ini merupakan bekal untuk Mahasiswa dalam proses pembelajaran dengan adanya laboratorium ini diharapkan akan menambahkan kemahiran mahasiswa tentang dunia perbankan syariah sehingga nanti siap untuk dipraktekkan didalam dunia kerja nantinya,” kata Puji Ariani. Dekan FAI Unmuha merupakan sebuah langkah yang maju di Unmuha mengharapkan dengan ada laboratorium ini dapat menjadi simulasi yang nyata bagi mahasiswa untuk belajar secara nyata tentang Perbankan Syariah. “Kita harapkan dengan hadirnya laboratorium ini dapat dimanfaatkan oleh seluruh civitas akademika Unmuha, jadikan laboratorium ini sebagai sarana untuk berinovasi dan mengembangkan ide-ide kreatif dalam bidang perbankan syariah,” ucap Rosnidarwati. Dekan mengharapkan dengan hadirnya laboratorium bank mini di lingkungan Unmuha ini nantinya akan mencetak lulusan yang siap bersaing di dunia kerja khususnya dunia perbankan syariah. Sementara itu, Wakil Rektor 2 Unmuha H. M. Yamin,. SE., M.Si menyambut baik hadirnya laboratorium bank mini ini sebagai sebuah perwujudan Visi Unmuha sebagai perguruan tinggi terkemuka ditingkat nasional dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang berlandaskan dunia islami. “Hadirnya bank mini ini menjadi sebuah keniscayaan dan patut untuk kita syukuri, kita menyampaikan terima kasih kepada BPRS Baiturahman yang sudah memberikan fasilitas kerjasama dengan kami, dan kita harapkan kedepannya dapat menjadi mitra permanen kedepannya,” kata WR 2 M. Yamin. Laboratorium ini kita harapkan menjadi wujud kehidupan perekonomian yang berada di dalam kampus Unmuha sehingga kita menjadi sebagai wujud gambaran perekonomian di luar kampus kita nantinya. “Kita mengharapkan kedepannya bank mini ini dapat semakin maju kedepannya dan akan menarik minat orang banyak untuk kuliah di Unmuha khususnya Prodi Perbankan Syariah,” ujarnya. Peresmian Bank Mini ini turut dihadiri oleh Rachmad Hardiyanto,. SP. M.Si Direktur BPRS Baiturahman Syariah, Wakil Rektor 3 Dr. Mirza Murni,. SE. MM, Para Kepala Biro, Kepala KUI dan Kerjasama Dr.Febyolla Presilawati,SE.MM,  Kepala LP4M Dr.Meutia,  Dosen dan Staf FAI Unmuha serta para Dekan di Lingkungan Unmuha. (KUI Kerjasama)

Hadir di UNMUHA Laboratorium Bank Mini Sarana Berinovasi dan Mengembangkan Ide Kreatif Mahasiswa Read More »

Empat Mahasiswa Program Student Mobility Edu-tourism di UMPSA Malaysia

Empat mahasiswa dari Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) mengikuti Program Student Mobility Edu-tourism di Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah (UMPSA) Malaysia. Kegiatan ini berlangsung dari 4 hingga 11 Mei 2024. Dr. Febyolla Presilawati, SE, MM, Kepala KUI dan Kerjasama Unmuha, melaporkan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi kerjasama antara Unmuha dan UMPSA. Sudah ada beberapa kegiatan yang diikuti oleh mahasiswa Unmuha selama program ini. “Agenda pertama delegasi Unmuha adalah mengunjungi Civil Engineering di UMPSA yang disambut langsung oleh Dekan Professor Madya Ir. Dr. Hj. Fadzil Bin Hj. Mat Yahaya,” kata Febyolla. Agenda selanjutnya adalah delegasi mahasiswa Unmuha menghadiri jamuan makan malam bersama Professor Dato’ TS. DR. Yuserrie Bin Zainuddin Rektor UMPSA Malaysia, bersama peserta dari Arab, China, Pakistan, Nigeria, Indonesia, dan Irak. Di sana juga terjadi pertukaran budaya antara peserta dari berbagai negara. “Selain itu, selama kegiatan berlangsung, mahasiswa Student Mobility Unmuha juga mendapat kesempatan untuk mengikuti perkuliahan di Fakultas Teknik UMPSA Malaysia,” ucapnya. Empat mahasiswa yang mengikuti Program Student Mobility Edu-tourism di Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah (UMPSA) Malaysia adalah M. Fauzun, Cut Alya Dewi, Revira Septiana, dan Silva Adila, keempatnya berasal dari Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Unmuha. Mereka didampingi oleh dosen pendamping, Dr. Ir. Tamalkhani, ST, M. Eng. Sc., yang juga mendapatkan kesempatan untuk mengajar di UMPSA. (Humas)

Empat Mahasiswa Program Student Mobility Edu-tourism di UMPSA Malaysia Read More »

KUI dan Kerjasama UNMUHA, Implementasi Kerjasama Terus Kita Tingkatkan

KUI dan Kerjasama UNMUHA, Implementasi Kerjasama Terus Kita Tingkatkan BANDA ACEH, KUI dan Kerjasama I Sebanyak empat mahasiswa Fakultas Teknik dari Universitas Muhammadiyah Aceh (UNMUHA) bersama 15 negara lainnya telah mengikuti berbagai kegiatan program Student Mobility in Edu Culture yang bekerjasama dengan Universitas Malaysia Pahang (UMP), dari tanggal 4 – 11 Mai 2024, di Malaysia. Keempat mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Aceh yang mengikuti kegiatan program Student Mobility in Edu Culture tersebut yaitu M.Fauzun, Cut Alya Dewi, Revira Septiana, Silva Adila didampingi oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Dekan Civil Enginering dan team dosen dari FT UMPSA Malaysia . Mahasiswa Student Mobility UNMUHA tersebut mendapat kesempatan untuk mengikuti perkuliahan di FT UMPSA Malaysia, serta berbagai kegiatan lainnya diantaranya kegiatan di hari ini pertama Eco-tourism dari jam 08 – 17 sore, hari kedua Jalan-jalan di Kota Kuantan bersama UMPSA jam 17 – hingga pukul 10 malam. Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Aceh (UNMUHA) yang mengikuti program Student Mobility in Edu Culture tersebut M.Fauzun, mengatakan disela-sela kegiatannya, “setelah melakukan berbagai rangkaian kegiatan Rektor UMPSA Malaysia Professor Dato’ TS. DR. YUSERRIE BIN ZAINUDDIN, didampingi oleh dekan FT UMPSA Professor Madya Ir. Dr. Hj. Fadzil Bin Hj. Mat Yahaya menjamu seluruh peserta untuk makan malam, bersama peserta dari Arab, China, Pakistan, Nigeria, Indonesia, dan Irak. Di sana juga terjadi pertukaran budaya antara peserta dari berbagai negara.” Lebih lanjut delegasi UNMUHA yang dipimpin oleh Kaprodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Aceh Dr.Tamalkhani menyampaikan “kita juga diperlihatkan tontonan menarik serta berpartisipasi dalam musik tradisi mereka.” kagum dengan ragam kebudayaan yang di tampilkan oleh tuan rumah. Selain itu seluruh peserta program tersebut mengikuti serangkaian wawancara dengan TV UMPSA. Dr. Febyolla Presilawati, SE, MM, Kepala KUI dan Kerjasama Unmuha, melaporkan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi kerjasama antara Unmuha dan UMPSA. Sudah ada beberapa kegiatan yang diikuti oleh mahasiswa Unmuha selama program ini. “Agenda pertama delegasi Unmuha adalah mengunjungi Civil Engineering UMPSA yang disambut langsung oleh dekan,” kata Febyolla. “Selain itu, selama kegiatan berlangsung, mahasiswa Student Mobility Unmuha juga mendapat kesempatan untuk mengikuti perkuliahan di Fakultas Teknik UMPSA Malaysia,” Tutup Dr. Febyolla Presilawati (AGS)

KUI dan Kerjasama UNMUHA, Implementasi Kerjasama Terus Kita Tingkatkan Read More »

Kolaborasi Tiga Universitas di Aceh dan Satu Universitas di Jepang, Bahas Paradigma Pekerja Migran Indonesia di Jepang

Kolaborasi tiga Universitas di Aceh dan satu Universitas di Jepang selenggarakan seminar dan kuliah tamu tentang paradigma pekerja migran Indonesia secara daring. ke tiga PTS tersebut adalah Universitas Muhammadiyah Aceh, Universitas Serambi Mekkah, Universitas Almuslim, sedangkan dari Jepang adalah Nagoya Gakuin University (NGU). sebagai pemateri dibawakan oleh dosen tamu Profesor Saeki Natsuko dari Nagoya Gakuin University (NGU) tentang Paradigma Pekerja Migran Indonesia di Jepang, di dalam materinya beliau menyampaikan bahwa faktor pemicu orang Indonesia ke luar negeri khususnya Jepang dikarenakan daya tarik gaji di luar negeri untuk pekerja low-skill, lapangan kerja/pendapatan yang minim dan belum kondusif di negara asal dan kemudahan mendapatkan paspor dan visa, jelas Dosen senior NGU sekaligus pemerhati pekerja migran Indonesia di Jepang ini. Menurutnya Jepang membutuhkan pekerja migran untuk menutupi kekurangan tenaga kerja, karena jumlah penduduk produktif yang semakin menurun, hal ini mendatangkan kesempatan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Jepang, dengan harapan mendapatkan gaji yang relatif tinggi dan pekerjaan yang layak,ungkapnya. Pekerja Migran Indonesia (PMI) juga menimbulkan berbagai permasalahan karena di dunia kerja harapan tidak sesuai dengan kenyataan. Ada banyak masalah yang di hadapi PMI di Jepang, termasuk di dalamnya ada permainan actor dan berbagai modus dalam dunia kerja, jelas Prof. Saeki Natsuko. Prof. Saeki Natsuko menyampaikan Warga Negara Indonesia di Jepang (Juni 2020) berjumlah 66.084 orang yang tersebar di seluruh provinsi terutama Aichi (6.991 orang), Tokyo (5.479 orang) dan di Ibaraki (4.204 orang) sedangkan peserta Program Pemagangan berjumlah 35.542 orang. Orang Indonesia tergiur dengan iklan yang di promosikan oleh Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) bahwa lowongan kerja ke Jepang dengan gaji 16-23 juta. Kenyataannya itu tidak benar karena gaji bersih yang di dapat oleh pekerja migran Indonesia di Jepang berkisar 10-12 juta dengan biaya hidup yang mahal.   Indonesia melindungi pekerja migran dalam Undang-undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia namun peserta Program Pemagangan dianggap bukan Pekerja Migran sehingga tidak ada pelindungan hukumnya, ungkap Prof. Saeki Natsuko yang pernah menangani beberapa kasus persoalan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Jepang, seperti kecelakaan kerja yang tidak di tanggung biaya pengobatan oleh perusahaan, kekerasan dalam bekerja bahkan sampai kekerasan seksual. Menurut Prof. Saeki Natsuko, banyak peserta program pemagangan yang mendapatkan perlakuan yang tidak layak dari perusahaan namun mereka tidak berani untuk melaporkan, kasus yang kita tangani hanya yang berani melaporkan sehingga kita cari solusi untuk penyelesaiannya. Prof. Saeki Natsuko bersama mahasiswa Indonesia di Jepang membangun sebuah platform untuk menciptakan kesadaran kolektif dan partisipasi aktif pekerja migran Indonesia dalam memperjuangkan hak-haknya dan kepentingannya selama perjalanan migrasinya di Jepang, memberikan informasi terkait peraturan ketenagakerjaan dan non-ketenagakerjaan termasuk akses bantuan hukum serta melakukan pemberdayaan kepada peserta Program Pemagangan sehingga tercipta rasa solidaritas dan kepedulian bersama. Prof. Saeki Natsuko juga memberikan saran kepada calon pekerja migran Indonesia untuk menguasai bahasa, mengetahui hukum dan peraturan di negara tujuan. Kemudian pemerintah Indonesia harus menyediakan lapangan kerja, mengajarkan hukum dan peraturan negara tujuan, bertindak terhadap LPK/Broker yang nakal dan melakukan Kerjasama dengan pengacara/NGO di negara tujuan, harap Prof. Saeki Natsuko. Kepala Kantor Urusan Internasional (KUI) dan Kerjasama Universitas Muhammadiyah Aceh Dr. Febyolla Presilawati, S. E., M.M, menyampaikan “kegiatan tersebut merupakan kolaborasi 3 Universitas di Indonesia yaitu : UNMUHA, USM, UMUSLIM dan 1 Universitas dwri Jepang , NGU Japan. Kegiatan akademis dosen tamu internasional tersebut bisa memberikan warna tersendiri dalam menumbuhkan semangat akademis utk 4 Universitas ( Indonesia – Jepang ) Selain itu, kegiatan ini juga sebagai implementasi Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi serta pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan Program Kemenristekdikiti MBKM ( Merdeka Belajar Kampus Merdeka ) Kepala Kantor Urusan Internasional Universitas Serambi Mekkah Sabrina, M. Appling., M. TRAN mengapresiasi pelaksanaan kegiatan kuliah tamu tersebut. Diharapkan, dengan adanya dosen internasional itu, bisa dimanfaatkan oleh Unmuha , USM, Umuslim untuk akreditasi Universitas. Menurut Ahsanni , peserta daring via zoom meering 171 orang berasal dari 4 Universities, mereka terdiri dosen dan mahasiswa S1/S2/S3 UNMUHA,USM, Umuslim, serta peneliti PMI dari berbagai universitas di Jepang,” ujar Ahsanni yang juga menjabat staff KUI Umuslim. (Agusnaidi B)

Kolaborasi Tiga Universitas di Aceh dan Satu Universitas di Jepang, Bahas Paradigma Pekerja Migran Indonesia di Jepang Read More »

Rektor UNMUHA, Temu Ramah Dengan Menteri Singapura

BANDA ACEH– Rektor Universitas Muhammadiyah Aceh (UNMUHA) Dr. Aslam Nur MA, menghadiri undangan serta jamuan dengan Wali Nanggroe Aceh PYM   Teungku Malik Mahmud Al Haythar dan Delegasi  Menteri Kedua  Pendidikan dan Luar Singapura Dr. Mohamad Maliki Bin Osman beserta rombongan di Meuligoe Wali Nanggroe dalam kunjungannya ke Banda Aceh, 13-14 Juli 2023 Dalam pertemuan tersebut hadir sejumlah tokoh masyarakat, tokoh agama,  rektor universitas, mahasiswa serta undangan lainnya. Rektor Universitas Muhammadiyah Aceh yang di damping oleh Kepala Urusan Internasional dan Kerjasama Dr. Febyolla Presilawati,SE.MM, menyampaikan harapan kerjasama dengan Universitas di Singapore UNMUHA juga saat sedang mengikuti program Kemendikbudikti Merdeka Belajar, Kampus Merdeka (MBKM), Indikator kinerja utama pendidikan tinggi di Universitas Muhammadiyah Aceh menurut Aslam Nur, yaitu salah satunya adalah program studi bekerjasama dengan mitra kelas dunia, kelas kolaborasi dan partisipatif dan program studi bertaraf internasional. Dengan kunjungan ini kami berharap terciptanya hubungan yang sangat harmonis antara kedua negara, kita dapat melaksanakan pertukaran mahasiswa juga dosen,  dirangkaikan dengan penelitian bersama antara UNMUHA dan Universitas Singapore, juga potensi post doctoral untuk dosen UNMUHA Kata Aslam Nur. Sementara itu Kepala Lembaga Kantor Urusan Internasional dan Kerjasama Universitas Muhammadiyah Aceh (KUI-UNMUHA) Dr. Febyolla Presilawati,SE.MM  mengatakan “terimakasih kepada PYM Wali Nanggroe Aceh Teungku Malik Mahmud Al Haythar dan Dr. Mohammad Raviq staff khusus Wali Nanggroe serta semua pihak yang telah mengundang dan mengucapkan  selamat datang di Aceh  kepada  Menteri Kedua  Pendidikan dan Luar Singapura Dr. Mohamad Maliki Bin Osman beserta rombongan , Dengan kegiatan ini diharapkan dapat  meningkatkan kualitas pengelolaan fungsi layanan Internasional  dari KUI UNMUHA , membuka peluang kerjasama antara UNMUHA dengan  Pemerintah Singapore , Universitas di Singapore  dan Dunia Usaha Industry dinegara tetangga Singapore serta mengikuti program kemenristekdikti Merdeka Belajar, kampus Merdeka (MBKM).Tutup Dr. Febyolla. (*)

Rektor UNMUHA, Temu Ramah Dengan Menteri Singapura Read More »

Rektor UNMUHA Hadiri Simposium Kemitraan Akademik Internasional 2023

Rektor UNMUHA Hadiri Simposium Kemitraan Akademik Internasional 2023 Banda Aceh, KUI dan Kerjasama – Rektor Universitas Muhammadiyah Aceh  (UNMUHA) Dr. H. Aslam Nur M.A,  dan Kepala  Kantor Urusan Internasional  dan Kerjasama ( KUI Kerjasama )  UNMUHA  menghadiri undangan Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (DIKTILITBANG) Pimpinan Pusat Muhammadiyah terkait “International Academic Partnership Symposium 2023 between Council for Higher Education, Research, and Development of The Central Board of Muhammadiyah and Kyungdong University Global “KDU Global – Ahmad Dahlan Scholarship,” Metode Daring menggunakan Zoom telekonferensi vidio . Kamis (02/06/2023) Undangan Simposium Kemitraan Akademik Internasional 2023 antara Dewan Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan PP Muhammadiyah dan Kyungdong University Global “KDU Global – Beasiswa Ahmad Dahlan,” di hadiri oleh 49 Perguruan Tinggi Muhammadiyah /’Aisyiyah (PTMA) bernomor 0635/I.3/D/2023. Kepala Kantor Urusan Internasional   dan Kerjasama ( KUI Kerjasama )  Universitas Muhammadiyah Aceh Dr. Febyolla Presilawati, S.E., M. M, memaparkan dalam siaran tertulisnya “kegiatan ini adalah rapat kordinasi untuk persiapan penandatanganan MOA antara PTMA dan Kyungdong University Global yg berlokasi di Korea Selatan. Dalam rapat tadi pagi membedah isi dokumen kerjasama MOA yang isinya adalah kesepakatan terkait pertukaran mahasiswa dengan skema double degree /gelar ganda ( 1+3 dan 2+2 ) artinya  1 tahun di PTMA 3 th di KDU,    skema berikutnya 2 tahun di PTMA 2 tahun di KDU. Juga ada skema pertukaran staff dan dosen antara PTMA serta KDU, mendapatkan beasiswa dan pengalaman belajar di luar negeri merupakan impian setiap mahasiswa. Kali ini salah satu universitas di Korea Selatan, Kyungdong University (KDU), memberikan tawaran beasiswa bagi mahasiswa PTMA  yang telah melakukan kerjasama . “Selama empat tahun menjadi mahasiswa adalah masa emas  dalam hidup kita. Oleh karenanya, dalam masa tersebut mahasiswa harus dapat benar-benar bertanggung jawab dengan mendapatkan kesempatan bagus. Dan universitas juga harus membantu dan bertanggung jawab atas kesempatan mahasiswanya,” masa belajar merupakan masa-masa berharga. Hal itu karena saat belajar, ilmu yang didapatkan oleh mahasiswa tidak hanya akan dimiliki oleh dirinya sendiri, namun juga dapat memberikan pengaruh bagi orang lain. “Di Korea Selatan banyak mahasiswa yang menjalani kerja paruh waktu  , ini juga menjadi alasan kenapa UNMUHA tertarik untuk bekerjasama dengan KDU ,diharapkan mahasiwa yang mendapatkan beasiswa selain mendapatkan ilmu juga mendapatkan pengalaman bekerja di luar negeri . Dalam sosialisasi tersebut  ada dua jenis beasiswa yang ditawarkan KDU bagi mahasiwa PTMA, Beasiswa pertama adalah beasiswa double-degree untuk mahasiswa dengan jurusan sama yang ada di KDU,”  mahasiswa universitas partner KDU yang telah menandatangani MOA dengan KDU. Beasiswa double degree, mahasiswa harus menyelesaikan 2 tahun program perkuliahan di universitas asal dan 2 tahun program perkuliahan di KDU, juga ada skema 1 tahun program perkuliahan di Universitas asal dan 3 tahun program perkuliahan di KDU. Saat lulus, mahasiswa akan mendapatkan dua ijazah satu ijazah dari UNMUHA , dan satu ijazah lagi dari KDU. Selain itu, setelah lulus, KDU juga akan membantu mahasiswa untuk mendapatkan pekerjaan di instansi seperti LG dan Samsung dan Perusahaan Korea Selatan lainnya , beasiswa kedua adalah Short Course untuk 1 semester utk pertukaran mahasiswa, pertukaran dosen, dan juga pertukaran staff universitas. Tutup Febyolla Presilawati (Agusnaidi B)

Rektor UNMUHA Hadiri Simposium Kemitraan Akademik Internasional 2023 Read More »